Rabu, 19 Agustus 2015

Tahan Emosi, Lebih Baik Kenali Karakter ”Biker”

// // Leave a Comment
Jakarta, KompasOtomotif – Saling menghormati di jalan raya semakin hari semakin susah ditemukan. Para pengguna jalan, terutama di kota besar, merasa ”memiliki jalannya sendiri”, tak peduli dengan kepentingan orang lain.

Sudah menjadi rahasia umum, tercipta jarak antara biker dan pengendara mobil. Keduanya bisa saling mengklaim dan menyalahkan. Langkah bijak untuk menghadapi ini bukannya memperkeruh keadaan, tetapi berusaha menumbuhkan empati.

Pada dasarnya, ada dua jenis empati yang bisa dilakukan, berusaha memahami kebutuhan biker untuk para pengendara mobil. Atau sebaliknya, untuk pesepeda motor, mengerti kondisi pengguna roda empat dan kebutuhannya.

KompasOtomotif berusaha merangkum dari berbagai forum dan saran dari berbagai instansi untuk meredakan situasi dan mengendalikan emosi di jalan. Kadang kita harus mengalah, karena tidak semua pengendara bersikap arogan dan ugal-ugalan.

Berikut kebiasaan biker yang harus dipahami para pengguna mobil:

1. Memanfaatkan ruang sesempit apapun untuk dilalui. Senggolan spion atau bodi cukup sering ditemui. Beri jarak antar mobil di samping atau dengan pembatas jalan, memberi kesempatan biker melintas.

2. Menyerobot saat mobil berputar. Masih ada hubunganya dengan poin pertama, biker biasanya akan menyelip di kanan saat mobil akan berputar. Hati-hati, dan tetap awasi sisi kanan.

3. Tak peduli lampu sein. Banyak biker suka tak peduli saat mobil akan belok dengan menyalakan lampu sein. Tetap berhati-hati dan melihat ke arah akan belok jika tidak ingin diseruduk.

4. Belok tanpa tanda. Perhatikan gerak kepala dan arah sepeda motornya. Antisipasi jalur yang akan mereka ambil dengan melihat gerak-gerik itu.

5. Berusaha antre di posisi paling depan. Ada dua pilihan, beri ruang untuk mereka lewat agar mobil tidak tergores, atau jika terpaksa tutup saja akses agar mereka tidak mencoba melewati.

6. Manuver mendadak. Karena merasa tidak besar, saat ada lubang kadang mereka tiba-tiba memotong jalur untuk menghindar. Tetap beri jarak aman agar tidak terjadi kecelakaan saat mereka bermanuver.

7. Arogan saat berkonvoi. Ini banyak diprotes. Tapi daripada membiarkan diri kita emosi, lebih baik membiarkan mereka mendahului.

8. Ambil jalur berlawanan. Saat macet, biker biasanya melewati jalur arah sebaliknya. Sebisa mungkin jangan dilawan agar tidak terjadi kecelakaan.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/04/24/172636215/Tahan.Emosi.Lebih.Baik.Kenali.Karakter.Biker.

0 komentar:

Posting Komentar